Kategori: Sastra dan Budaya

6 Kebudayaan Jawa yang Turun-temurun Diwariskan Hingga Sekarang

Tulisan ini dikutip dari boombastis.com Sebagai sebuah negara besar dengan 17.548 pulau, Indonesia dikenal dengan kekayaan budayanya. Hal ini tidak lepas dari banyaknya suku yang bermukim di Indonesia, yang jumlahnya lebih dari 250 suku. Selain itu, fakta Indonesia sebagai negara kepulauan juga turut memberikan pengaruh mengapa kebudayaan antar daerah bisa beragam. Salah satu suku yang terbesar...


Ajining Diri Saka Lathi, Ajining Raga Saka Busana

AJINING dhiri gumantung ana ing lathi. Demikianlah lengkapnya peribahasa Jawa ini. Terlihat singkat, namun sebenarnya menyimpan makna mendalam. Harga diri, kehormatan diri, semua bergantung pada apa yang keluar dari mulutnya. Jika seseorang itu ingin dihargai, semestinyalah kalimat yang disampaikan harus melambangkan “harga” dirinya sendiri. Seseorang benar-benar harus memilih dan memilah kata, sebab “mulutmu harimaumu.” Jangan...


Ngleluri Ajaran Tiji-Tibeh Pangeran Sambernyawa

  PANGERAN Sambernyawa atau Mangkunegara I, memiliki filosofi yang begitu luhur dalam kepemimpinan. Filosofi Tiji Tibeh ini terbukti ampuh manakala Sang Pangeran menerapkan konsep tersebut selepas meninggalkan Keraton Kartasura. Konsep Tiji-Tibeh (Mati Siji Mati Kabeh, atau Mukti Siji Mukti Kabeh) menunjukkan semangat kebersamaan antara pemimpin dengan kawulanya. Pangeran Sambernyawa memang dikenal sebagai sosok pemimpin yang...


Nyupatani dan Disupatani

MENURUT Baoesastra Djawa tulisan W.J.S Poerwadarminta, “supata” (atau “supaos” dalam bahasa Jawa Krama) bermakna (1)wewelak, ipat-ipat (2) netepake bener (nyata) ning prakara kanthi sumpah utawa ngajab wewelak. Sementara itu, “sumpah”, dalam kamus tersebut diartikan sebagai, nganggo pasaksining Allah diaturi nekseni yen apa sing dikandhakake pancen nyata utawa bakal dituhoni (dengan persaksian Allah untuk menyaksikan jika...


Blangkon, Tanda Orang Jawa Pintar Simpan Rahasia

MESKI sama-sama berdiri sebagai pusat kerajaan sekaligus pusat kebudayaan di tanah Jawa, namun Surakarta dan Yogyakarta memiliki ragam tersendiri untuk berbagai produk kebudayaannya. Selain tari dan wayang, di dua tanah ini, blangkon juga memiliki perbedaan. Namun yang pasti, blangkon adalah bentuk praktis dari iket yang merupakan tutup kepala yang dibuat dari batik dan digunakan oleh...


Makna dan Filsafat Huruf Jawa

Ha-Na-Ca-Ra-Ka  berarti ada "utusan" yakni utusan hidup, berupa nafas yang berkewajiban menyatukan jiwa dengan jasat manusia. Maksudnya ada yang mempercayakan, ada yang dipercaya dan ada yang dipercaya untuk bekerja. Ketiga unsur itu adalah Tuhan, manusia dan kewajiban manusia (sebagai ciptaan).   Da-Ta-Sa-Wa-La  berarti manusia setelah diciptakan sampai dengan data ”saatnya (dipanggil)” tidak boleh sawala "mengelak"...


Sri Ngilang : Bule-Bule Australia Berdialog Jawa

‘Sri Ngilang’ atau ‘The Disappeareance if Sri’ adalah sebuah drama berbahasa Jawa yang dibuat oleh mahasiswa bahasa Jawa Australian National University (ANU). Drama berdurasi 27 menit 51 detik ini ditulis oleh George Quinn, seorang dosen di ANU. Para mahasiswa yang bermain di video itu antara lain: Suparto (Ed Mosley), Landhung (Andrew Mitchell), Endang Winarni (Kirrily McKenzie) Nur (Katrina Reid)...


Nilai Luhur dalam Budaya Jawa

Didalam masyarakat Indonesia, masih ada sebagian orang yang percaya bahwa gamelan tertentu memiliki kekuatan gaib. Suara yang dikeluarkan dari alat musik gamelan seringkali dianggap mempunyai daya magis yang bisa mempengaruhi aura kehidupan manusia. Gamelan seperti ini biasanya bukan lagi sekedar alat musik tapi sudah dianggap sebagai pusaka, dan hanya dimainkan pada saat yang sangat istimewa. Oleh...


Mujudaken Jiwa Jawi ing Era Globalisasi

Masarakat Jawi sanget ngajeng-ajeng supados gesang lan panggesanganipun laras kalihan kodrat alam. Perkawis punika saged kacipta menawi saben anggota masarakat Jawi ing saben tindak lan sikepipun gadhahi pandoming tatanan ingkang sampun dipun pitados dening masarakat jawi piyambak. Wonten kalih kaidah pokok ingkang kados lelandhesaning norma moral masarakat Jawi injih punika bilih saben tiyang Jawi katuntut...


Nuswantara Kombul Maneh yen Bangsa Iki nganggo Mata Siji

Sapada, pethikan Serat Darmagandhul, Ki Kalamwadi mbeberake yen kersa naliti bakal dadi moncere maneh wong Jawa. Tembang iku unine sawutuhe sejatine ngandut ramalan : Yen wonten manungsa Jawa Jawa Jawi anganggo mata siji  nami sepuh, gaman kawruh niku momongan kula tiyang jawi sun wruhke bener lan luput, sigra tedhak Sri Narendra arsa ngrangkul den inggati...